Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Pondok Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) menyelenggarakan kegiatan mentoring Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik) tanggal 4 Januari 2020. Acara perdana mentoring ini bertempat di Mushola Gedung Induk Siti Walidah Lantai 3 diikuti 67 peserta dari berbagai Unit/Fakultas.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPSDM Prof. Dr. Budi Murtiyasa, M.Kom menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai upaya Universitas Muhamamadiyah Surakarta (UMS) meningkatkan pemahaman dan meneguhkan komitmen dalam berIslam dan bermuhammadiyah. Berdasarkan beberapa pengalaman bahwa diantara Dosen dan Tendik yang masuk ke UMS adalah dari berbagai sumber daya manusia dengan berbagai latar belakang, baik latar belakang tingkat pemahaman ataupun latar belakang paham dan sebagainya. Untuk itu UMS sebagai bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) punya kewajiban bagaimana membawa atau mengajak para civitas akademikanya secara bersama-sama membangun dan mengembangkan paham agama berdasarkan Muhammadiyah melalui kegiatan semacam ini dan juga tentu bersama-sama membangun dan mengembangkan AUM dalam spirit kebersamaan dari semangat perjuangan Muhammadiyah

 

Kegiatan ini sebagai bagian upaya pengembangan dan pembinaan Dosen dan Tendik akan dilaksanakan setiap hari Sabtu selama 10 x pertemuan dengan materi tentang Tahsinul Qur’an, Ibadah, Pergerakan Muhammadiyah, dimana akan dibagi menjadi beberapa kelompok dengan bimbingan mentor dari LPPIK, namun untuk materi kemuhammadiyahan akan diberikan secara stadium general. Untuk mengetahui bagaimana kegiatan ini berjalan dengan efektif pada pertemuan akhir akan diadakan post test. Ka-BPSDM berharap bahwa kegiatan ini dapat betul-betul membantu peserta didalam meningkatkan pemahaman Al Islam, pemahaman kemuhammadiyahan serta mampu meneguhkan komitmen dalam mengabdikan diri ikut membantu membesarkan AUM melalui UMS.

Senada dengan apa yang telah disampaikan Ka-BPSDM, Wakil Rektor III Taufik, Ph.D mengatakan “Karena kita di amal usaha muhammadiyah maka kita tidak boleh berangkat tidak dari Muhammadiyah, mulai sekarang mulai berfikir ulang, mau diteruskan atau bagaimana, kalau diteruskan ya diluruskan bagaimana Muhammadiyah berperan, bagaimana khitoh Muhammadiyah, jangan sampai nanti jadi “bisul”dalam Muhammadiyah. Mentoring ini menjadi sarana yang bagus agar kita ini mengenal Muhammadiyah dari ujung kaki hingga ujung rambut dan untuk aktif di ranting Muhammadiyah.” Lebih lanjut Wakil Rektor 3 menyampaikan bahwa UMS ini baik sekali, ada yang tidak lulus AIK dilatih supaya lulus, kenapa, karena SDMnya eman-eman dan harapan pastinya nanti semua bisa lulus dengan tes AIK. Taufik berpesan agar peserta bisa mengambil esensinya, tidak hanya sekedar biar lulus tes AIK, tapi benar-benar bisa meningkatkan kualitas diri dan berkiprah di Muhammadiyah.