Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) menyelenggarakan SINTA Series Tahun 2020 berupa pengumuman 500 Peneliti Terbaik Indonesia berdasarkan Science Technology Index (SINTA).

Menurut Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Bambang PS Brodjonegoro, kita sudah punya SINTA yang kebetulan coveragenya lebih luas yang tidak hanya menggunakan Scopus sebagai basis datanya.

Ranking SINTA 2020 ini merupakan ranking kinerja publikasi penelitian dari peneliti atau dosen yang mencakup kuantitas publikasi internasional dan nasional serta kualitas yang diukur dari jumlah sitasi artikel serta kategori jurnal. Kita harapkan ranking ini benar-benar menggambarkan kondisi yang paling komprehensif dari produktivitas dan kualitas peneliti dan dosen di Indonesia,” ujar Menteri Bambang.

Selain dapat menunjukkan ranking peneliti berdasarkan berbagai data dari Scopus, Google Scholar, dan jurnal nasional, SINTA juga memiliki fitur yang dapat digunakan untuk menganalisa produktivitas dan kualitas publikasi dari afiliasi institusi, atau perguruan tinggi tempat peneliti bekerja.

Dalam rangka mengapresiasi peneliti Indonesia yang memberikan sumbangsih dalam penerbitan jurnal bereputasi internasional, Kemenristek/BRIN mengumumkan 500 besar peneliti berkinerja terbaik berdasarkan jumlah artikel yang dipublikasikan di SINTA dan jurnal-jurnal terindeks di Scopus dan serta atau pengutipan di Scopus dan Google Scholar selama tiga tahun terakhir sejak 2017 hingga 2019 dari 194 ribu lebih peneliti dan dosen yang telah terdaftar dalam database SINTA.

Dari ke-500 peneliti yang diumumkan terselip 5 nama peneliti dari Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Tengah yakni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus). Bahkan yang membanggakan adalah posisi puncak diduduki oleh Agus Sudaryanto dari UMS dengan skor 10.018.

Selain itu ada 3 dosen dari Universitas Dian Nuswantoro yang masuk ke 50 besar yakni pada urutan 23, De Rosal Ignatius Moses Setiadi dengan skor 3737, urutan 47, Christy Atika Sari dengan skor 3049,5 dan urutan 48, Eko Hari Rachmawanto dengan skor 3040, serta 1 dosen dari UMS yang masuk ke 500 besar pada SINTA Series tahun ini yakni Budi Murtiyasa, pada urutan 390 dengan skor 1376.

Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan sebagai pengelola SINTA terus berkolaborasi dengan berbagai lembaga agar tidak hanya jurnal ilmiah, namun buku dan paten juga dapat terindex di SINTA.

Menurut Plt. Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan, Muhammad Dimyati menjelaskan pada SINTA Series Tahun 2020 dilakukan pemeringkatan kinerja 500 besar peneliti Indonesia berdasarkan SINTA. Formula untuk menilai kinerja ini berdasarkan indikator:

1) jumlah artikel jurnal terindeks di Scopus dengan memperhitungkan kategori quartil jurnal;
2) jumlah artikel non-jurnal terindeks di Scopus;
3) jumlah sitasi di scopus;
4) jumlah sitasi di Google Scholar; dan
5) jumlah artikel di jurnal nasional terakreditasi kategori S1 sampai S6.

Basis data yang digunakan dalam perhitungan ini adalah data tiga tahun terakhir penuh, yaitu dokumen yang terbit dari tahun 2017 sampai tahun 2019. Untuk detail nama dan peringkat bisa dilihat pada tautan http://sinta.ristekbrin.go.id/home/topauthors?view=top500  (lldikti6)